Sabtu, 07 November 2015
Kecocokan jiwa memang tak selalu ada rumusnya
ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu;
itu kesamaan
ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan;
itu keseimbangan
ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman;
itu kegenapan
tapi satu hal tetap sama
mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah
seperti segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, ruku' pada keagungan-Nya
Salim A. Fillah
Selasa, 06 Oktober 2015
Cinta itu datang kerana terbiasa.
Cinta
itu datang kerana terbiasa. Terbiasa melakukan kewajipan menjadikan
kita akan mulai membiasakan melakukan yang sunnah. Terbiasa melakukan
sunnah akan membawa kepada cinta Allah kepada kita. Hingga akhirnya yang
terbiasa itu menjadi kewajipan antara kita dan Allah. Cinta yang
terhasil akan melahirkan setiap pandangan kita itu adalah datanya dari
pandangan Allah.“
- ustaz felix siauw
Mudah sekali untuk mendapatkan cinta
Hati yang Lurus
- A : Bagaimana cara kita tahu kalau hati kita lagi lurus?
- B : Hati yang lurus akan selaras sama ayat-ayat Tuhan. Coba buka kitabmu lalu baca. Hati yang lurus akan bisa menerima hikmah-hikmahnya. Coba hafalkan, hati yang lurus akan lebih mudah merekam kalimat-kalimat-Nya
Rabu, 19 November 2014
Narasi Tepi Gaza~
Matamu yang menceritakan padaku
Tentang mimpi-mimpi yang dikutuk menjadi batu
Dan darah-darah yang membeku
Matamu juga yang mencerikatakan padaku
Tentang bom-bom yang jatuh ditempat
tidurmu
Dan melantakkakn seluruh anak gadismu
Lalu langit berkabut debu dan waktu adalah loncatan peluru
Maka disetiap halaan napas serta edaran darahmu adalah
Teriakan bocah: yang memunguti potongan kakinya sendiri
Tangis ribuan ibu dibawah puing-puing beton pinggir jalan itu
Di negeri ini kami tau apa yang berharga
Pada tiap jengkal tanahmu
Maka putih hujan dan merah darah kami bergejolak
serupa gelombang yang memberat menit demi menit
dan ketika malam datang kami kirimkan peluru-peluru
kami yang tak terlihat, supaya mereka tahu
bahwa kisah yang sedang mereka tulis
telah kami jadikan laknat sebelum akhirnya
tumbuh pada setiap puisi
-Lian Kagura
Jumat, 14 November 2014
sepatu (siklus)
Ketika
malam mulai menyapa, langit biru berteman awan putih berubah layaknya asap yang
keluar dari cerobong, terlihat begitu gelap meski aku tahu, langit malam tak
pernah sendiri, selalu berteman gemintang dan rembulan cantik, seperti ketika
pagi menyapa, langit menunjukkan dirinya yang lain. Akupun tahu kalau
perguliran antara siang dan malam sejatinya adalah siklus, siklus yang
masing-masing memiliki agenda, sibuk.
Atau
seperti setiap helai daun yang jatuh dari dahan yang menopangnya, menyatu
dengan tanah dan dahan memiliki dedaunan yang baru, terus begitu, yang ku tahu
itupun sebuah siklus yang harus dijalani sebuah pohon, dan yang ku yakini bahwa
daun tak pernah membenci dahan.
Hidup
adalah siklus, siklus yang menyuguhkan manis, pahit, getir atau apalah itu,
yang membuat siklus itu kian tak terasa dan penuh berwarna.
Masa
lalu, saat ini dan masa depan, manusia mana yang mampu mengatur lajur siklus
dalam hidupnya? Ya! Anggap saja saat ini aku tengah berperan menjadi Sepatu.
Selama perjalanan, begitu banyak yang ku injak.
Saat
aku menginjak lumpur, aku tahu itu benar-benar telah membuat wujudku begitu
buruk, kotor, dan tentu saja tak sedap dipandang, dan kau tahu apa yang
dilakukan tangan itu? Ia membersihkanku, mengelap-ngelap lumpur yang begitu
lekat. Terus berjalan, terus menapak, dan terus menyisakan jejak, itulah
aku.
Saat
aku menginjak rerumputan hijau, aku sungguh merasa senang, harum dan begitu
menyejukkan berlama-lama diatasnya, aku merasakan bahwa pemilik kaki yang
tengah ku bungkus juga merasakan hal yang sama, ia membuatku terus naik-turun
tanpa henti, dan sungguh, rerumputan indah itu tak membuatku kotor. Terus
berjalan, terus menapak, dan terus menyisakan jejak, itulah aku.
Aku
mengerti satu hal bahwa, apapun yang ku pijak adalah bagian dari siklus, memang
menjengkelkan ketika aku harus kotor dengan lumpur yang melekat, namun yang ku
yakini bahwa pemilik kaki yang kubungkus inipun tak suka dengan lupur itu,
buktinya ia membersihkanku, meski tak membuatku cantik seperti semula. Terus
berjalan, terus menapak, dan terus menyisakan jejak, itulah aku. Hingga
akhirnya aku menginjak rerumputan, berlama-lama dengannya, aku mengerti!
Pemilik kaki ini tak ingin aku menyentuh lumpur lagi!, meski terkadang aku
harus bersentuhan dengan panasnya aspal, gersangnya tanah, Ia tak membuatku
bersentuhan dengan lumpur lagi!.
Ini
siklus! Siklus pembelajaran! Yah! Aku yakin itu!
if u say u must to act!
“wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu
mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Itu sangat dibenci di sisi Allah
jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamukerjakan”As-Saff 61:2-3.
Ayatyang cukup ‘menghennyakkan’, kata-kata
yang membuatkubepikirtentangtindakandanperkataankusendiri.
Apakahkeduanyasudahsalingmendukung? Apakahkeduanyakonsisten? Atau,
apakahperkataankukadangbertentangandengantindakanku? Apakahakumelaksanakanapa
yang kukatakan? Atauapakahakumengatakanhal yang satulalumelakukan yang
lain?.Kata “sangatdibenci”,
iniberartibahwajikaseorangmengatakansesuatutetapimengerjakan yang lain yang
bertentangandenganperkataannya, diaakanmasukkedalamkategori orang-orang yang
paling dibencidisisi Allah.
Sesakrasanya… ituperingatan yang
sangatkeras, bukan? Astaghfirullah,..semoga
Allah melindungikitasemuadaridarikebencian-Nya (aamiin)..
SebuahhadislagidariNabi Muhammad SAW berbunyi:
DiriwayatkanbahwaNabi Muhammad SAW
bersabda, “seseorangakandiadilipadaharikiamat,
dandiaakandilemparkedalamapinerakasehinggaisiperutnyaterburaidandiaakanberputar-putarsebagaikeledaimengitarikilangan.
Penghuninerakaakanmengerumuninyadanberkata, “WahaiFulan! Ada apadenganmu?
Bukankahkaubiasamenyuruh kami berbuatkebaikan?” Diaakanberkata,
“Akubiasamenyuruh kalian berbuatkebaikantetapiakusendiritidakmelakukannya;
danakubiasamelarang kalian berbuatkemungkarantetapiakusendirimelanggarnya”’ Al-Bukharidan Muslim
Astaghfirullah, beratnyahukuman yang
digambarkandalamhadisdiatassudahcukupuntukmenunjukkan Betapa
beratdosanyamengatakanhal-hal yang kitasendiritidaklaksanakan.
Menjadiberpikiruntukmengatakansesuatu yang
akusendiritakmelakukannya. Jadi,
apakahlebihbaiktidakmengatakanapa-apasamasekali?
Denganbegituakuterselamatkandarimengatakanhal-hal yang tidakakulakukan,
bukan?.Lalubagaimandenganhadis yang teramatseringkudengarini;
“Barangsiapadiantara kalian,
melihatsuatukemungkaran, hendaklahiamembetulkandengantangannya;
jikadiatidakpunyacukupkekuatan, hendaklahdiamembetulkandenganlidahnya; danjikadiatidakmampujuga,
hendaklah (menentangkemungkaranitu) denganhatinya,
danitulahselemah—lemahnyaiman”
“Bilainginmemperbaiki orang lain,
fokuslahuntukmemperbaikidiri 3M; Mulaidaridiri, Mulaidarihal yang kecil,
danMulaisaatini”
“ jikadipikir-pikirlagi, iya, sangatbenar.
Bagaimanamungkin orang lain akanmelakukanapa yang
kaujikakausendiritakmelakukannya? Bukankah
Langganan:
Postingan (Atom)

