Cinta
itu datang kerana terbiasa. Terbiasa melakukan kewajipan menjadikan
kita akan mulai membiasakan melakukan yang sunnah. Terbiasa melakukan
sunnah akan membawa kepada cinta Allah kepada kita. Hingga akhirnya yang
terbiasa itu menjadi kewajipan antara kita dan Allah. Cinta yang
terhasil akan melahirkan setiap pandangan kita itu adalah datanya dari
pandangan Allah.“
- ustaz felix siauw
Mudah sekali untuk mendapatkan cinta
Selasa, 06 Oktober 2015
Hati yang Lurus
- A : Bagaimana cara kita tahu kalau hati kita lagi lurus?
- B : Hati yang lurus akan selaras sama ayat-ayat Tuhan. Coba buka kitabmu lalu baca. Hati yang lurus akan bisa menerima hikmah-hikmahnya. Coba hafalkan, hati yang lurus akan lebih mudah merekam kalimat-kalimat-Nya
Rabu, 19 November 2014
Narasi Tepi Gaza~
Matamu yang menceritakan padaku
Tentang mimpi-mimpi yang dikutuk menjadi batu
Dan darah-darah yang membeku
Matamu juga yang mencerikatakan padaku
Tentang bom-bom yang jatuh ditempat
tidurmu
Dan melantakkakn seluruh anak gadismu
Lalu langit berkabut debu dan waktu adalah loncatan peluru
Maka disetiap halaan napas serta edaran darahmu adalah
Teriakan bocah: yang memunguti potongan kakinya sendiri
Tangis ribuan ibu dibawah puing-puing beton pinggir jalan itu
Di negeri ini kami tau apa yang berharga
Pada tiap jengkal tanahmu
Maka putih hujan dan merah darah kami bergejolak
serupa gelombang yang memberat menit demi menit
dan ketika malam datang kami kirimkan peluru-peluru
kami yang tak terlihat, supaya mereka tahu
bahwa kisah yang sedang mereka tulis
telah kami jadikan laknat sebelum akhirnya
tumbuh pada setiap puisi
-Lian Kagura
Jumat, 14 November 2014
sepatu (siklus)
Ketika
malam mulai menyapa, langit biru berteman awan putih berubah layaknya asap yang
keluar dari cerobong, terlihat begitu gelap meski aku tahu, langit malam tak
pernah sendiri, selalu berteman gemintang dan rembulan cantik, seperti ketika
pagi menyapa, langit menunjukkan dirinya yang lain. Akupun tahu kalau
perguliran antara siang dan malam sejatinya adalah siklus, siklus yang
masing-masing memiliki agenda, sibuk.
Atau
seperti setiap helai daun yang jatuh dari dahan yang menopangnya, menyatu
dengan tanah dan dahan memiliki dedaunan yang baru, terus begitu, yang ku tahu
itupun sebuah siklus yang harus dijalani sebuah pohon, dan yang ku yakini bahwa
daun tak pernah membenci dahan.
Hidup
adalah siklus, siklus yang menyuguhkan manis, pahit, getir atau apalah itu,
yang membuat siklus itu kian tak terasa dan penuh berwarna.
Masa
lalu, saat ini dan masa depan, manusia mana yang mampu mengatur lajur siklus
dalam hidupnya? Ya! Anggap saja saat ini aku tengah berperan menjadi Sepatu.
Selama perjalanan, begitu banyak yang ku injak.
Saat
aku menginjak lumpur, aku tahu itu benar-benar telah membuat wujudku begitu
buruk, kotor, dan tentu saja tak sedap dipandang, dan kau tahu apa yang
dilakukan tangan itu? Ia membersihkanku, mengelap-ngelap lumpur yang begitu
lekat. Terus berjalan, terus menapak, dan terus menyisakan jejak, itulah
aku.
Saat
aku menginjak rerumputan hijau, aku sungguh merasa senang, harum dan begitu
menyejukkan berlama-lama diatasnya, aku merasakan bahwa pemilik kaki yang
tengah ku bungkus juga merasakan hal yang sama, ia membuatku terus naik-turun
tanpa henti, dan sungguh, rerumputan indah itu tak membuatku kotor. Terus
berjalan, terus menapak, dan terus menyisakan jejak, itulah aku.
Aku
mengerti satu hal bahwa, apapun yang ku pijak adalah bagian dari siklus, memang
menjengkelkan ketika aku harus kotor dengan lumpur yang melekat, namun yang ku
yakini bahwa pemilik kaki yang kubungkus inipun tak suka dengan lupur itu,
buktinya ia membersihkanku, meski tak membuatku cantik seperti semula. Terus
berjalan, terus menapak, dan terus menyisakan jejak, itulah aku. Hingga
akhirnya aku menginjak rerumputan, berlama-lama dengannya, aku mengerti!
Pemilik kaki ini tak ingin aku menyentuh lumpur lagi!, meski terkadang aku
harus bersentuhan dengan panasnya aspal, gersangnya tanah, Ia tak membuatku
bersentuhan dengan lumpur lagi!.
Ini
siklus! Siklus pembelajaran! Yah! Aku yakin itu!
if u say u must to act!
“wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu
mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Itu sangat dibenci di sisi Allah
jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamukerjakan”As-Saff 61:2-3.
Ayatyang cukup ‘menghennyakkan’, kata-kata
yang membuatkubepikirtentangtindakandanperkataankusendiri.
Apakahkeduanyasudahsalingmendukung? Apakahkeduanyakonsisten? Atau,
apakahperkataankukadangbertentangandengantindakanku? Apakahakumelaksanakanapa
yang kukatakan? Atauapakahakumengatakanhal yang satulalumelakukan yang
lain?.Kata “sangatdibenci”,
iniberartibahwajikaseorangmengatakansesuatutetapimengerjakan yang lain yang
bertentangandenganperkataannya, diaakanmasukkedalamkategori orang-orang yang
paling dibencidisisi Allah.
Sesakrasanya… ituperingatan yang
sangatkeras, bukan? Astaghfirullah,..semoga
Allah melindungikitasemuadaridarikebencian-Nya (aamiin)..
SebuahhadislagidariNabi Muhammad SAW berbunyi:
DiriwayatkanbahwaNabi Muhammad SAW
bersabda, “seseorangakandiadilipadaharikiamat,
dandiaakandilemparkedalamapinerakasehinggaisiperutnyaterburaidandiaakanberputar-putarsebagaikeledaimengitarikilangan.
Penghuninerakaakanmengerumuninyadanberkata, “WahaiFulan! Ada apadenganmu?
Bukankahkaubiasamenyuruh kami berbuatkebaikan?” Diaakanberkata,
“Akubiasamenyuruh kalian berbuatkebaikantetapiakusendiritidakmelakukannya;
danakubiasamelarang kalian berbuatkemungkarantetapiakusendirimelanggarnya”’ Al-Bukharidan Muslim
Astaghfirullah, beratnyahukuman yang
digambarkandalamhadisdiatassudahcukupuntukmenunjukkan Betapa
beratdosanyamengatakanhal-hal yang kitasendiritidaklaksanakan.
Menjadiberpikiruntukmengatakansesuatu yang
akusendiritakmelakukannya. Jadi,
apakahlebihbaiktidakmengatakanapa-apasamasekali?
Denganbegituakuterselamatkandarimengatakanhal-hal yang tidakakulakukan,
bukan?.Lalubagaimandenganhadis yang teramatseringkudengarini;
“Barangsiapadiantara kalian,
melihatsuatukemungkaran, hendaklahiamembetulkandengantangannya;
jikadiatidakpunyacukupkekuatan, hendaklahdiamembetulkandenganlidahnya; danjikadiatidakmampujuga,
hendaklah (menentangkemungkaranitu) denganhatinya,
danitulahselemah—lemahnyaiman”
“Bilainginmemperbaiki orang lain,
fokuslahuntukmemperbaikidiri 3M; Mulaidaridiri, Mulaidarihal yang kecil,
danMulaisaatini”
“ jikadipikir-pikirlagi, iya, sangatbenar.
Bagaimanamungkin orang lain akanmelakukanapa yang
kaujikakausendiritakmelakukannya? Bukankah
Selasa, 11 November 2014
Menulis, mengukir dan rasakan!.
Sekarang ia berjumlah 5 buah, tercatat semenjak kelas 6 SD
yang kalau diusiakam itu kisaran 12 tahun hingga hari ini, hari ini? Aku
terlihat sedikit “beralih”, iya agar Blog yang sudah ku buat ini tak “melumut”,
kan kasihan..
***
Membaca kembali, kembali membaca, selalu saja mampu
membuatku menyeringai, menangis, tersenyum bahkan tersipu malu, iya iya.. aku
juga pernah alay, hehe.. jadi teringat kata Raditya Dika kalau alay adalah
sebuah proses pendewasaan. Oke lepaskan alay dan segala curhatku itu, sekarang
apa? Mmmm…
Kau pernah mendengar kisah-kisah orang besar? Atau lebih
tepatnya orang-orang yang dibesarkan oleh sebuah tulisan? Ah! Aku suka bagian
ini, ketika mereka yang “kecil” dan selalu direndahkan kemudian melesat seperti
rudal ke angkasa menembus lapisan-lapisan langit karena tulisan mimpi-mimpi
yang akhirnya menjadi nyata, siapa sangka bukan?! Benar, tuliskan saja, tulis…
tulis… dan tulis dengan menyebut nama Tuhanmu, siapa tahu malaikat berbaik hati
meng-aamiiin-kan saat kau menulisknanya!
***
“jadilah seperti awan; pemenuhannya adalah hujan” pribahasa
arab yang begitu cantik bukan? (cantik, bukan karena aku menyukai hujan, -_-“),
benar! Kau tak akan pernah tahu jika air di awan itu telah penuh sampai air
hujan itu benar-benar menyentuh bumi. Kau harus melakukannya! Bukan hanya duduk
berteman pena dan kertas sepanjang tisu toilet dan menuliskan semua
mimpi-mimpimu sambil membaca mantra “abra-kadabra!!!” sepanjang hari, dan
berharap “CAAAAZAAA!, mimpiku terwujud!!!”, itu konyol!.
Yah! Kau harus berusaha! Berusaha agar list-list itu tercapai
dan tak hanya menjadi sederet tulisan-tullisan hiasan kertas, hmmmm,, menjadi
teringat kutipan dari Dr. Martin di salah satu buku yang sempat ku baca,.
Jika kau tak bisa
terbang, berlarilah.
Jika kau tidak bisa
berlari, berjalanlah.
Jika kau tidak bisa
berjalan, merangkaklah, tetapi,
Bagaimanapun juga
tetaplah bergerak.
Quote yang selalu membuatku terhenyak, selelah apapun itu
setidaknya harus ada step up yang kulakukan walaupun kecil, “yang
penting tidak diam disini”. Maka rasakanlah ketika mimpi-mimpi yang tertulis
itu menjadi nyata..
“bersemangatlah pada apa saja yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah
pada Allah dan janganlah merasa tidak mampu” (HR. Muslim)
Sejatinya tulisan itu seperti “alarm” yang akan mengingatkan
ketika lelah atau bahkan lupa, dan membuat kita bersegera, bersegera untuk
menjemput tujuan…
Langganan:
Postingan (Atom)
