Selasa, 06 Oktober 2015

Cinta itu datang kerana terbiasa.


Cinta itu datang kerana terbiasa. Terbiasa melakukan kewajipan menjadikan kita akan mulai membiasakan melakukan yang sunnah. Terbiasa melakukan sunnah akan membawa kepada cinta Allah kepada kita. Hingga akhirnya yang terbiasa itu menjadi kewajipan antara kita dan Allah. Cinta yang terhasil akan melahirkan setiap pandangan kita itu adalah datanya dari pandangan Allah.“ - ustaz felix siauw Mudah sekali untuk mendapatkan cinta

Hati yang Lurus

  • A : Bagaimana cara kita tahu kalau hati kita lagi lurus?
  • B : Hati yang lurus akan selaras sama ayat-ayat Tuhan. Coba buka kitabmu lalu baca. Hati yang lurus akan bisa menerima hikmah-hikmahnya. Coba hafalkan, hati yang lurus akan lebih mudah merekam kalimat-kalimat-Nya

Yang terjaga hanya untuk yang menjaga..



Yang terjaga hanya untuk yang menjaga..

Rabu, 19 November 2014

Narasi Tepi Gaza~



Matamu yang menceritakan padaku
Tentang mimpi-mimpi yang dikutuk menjadi batu
Dan darah-darah yang membeku

Matamu juga yang mencerikatakan padaku
Tentang bom-bom yang jatuh ditempat  tidurmu
Dan melantakkakn seluruh anak gadismu

Lalu langit berkabut debu dan waktu adalah loncatan peluru

Maka disetiap halaan napas serta edaran darahmu adalah
Teriakan bocah: yang memunguti potongan kakinya sendiri
Tangis ribuan ibu dibawah puing-puing beton pinggir jalan itu

Di negeri ini kami tau apa yang berharga
Pada tiap jengkal tanahmu

Maka putih hujan dan merah darah kami bergejolak
serupa gelombang yang memberat menit demi menit
dan ketika malam datang kami kirimkan peluru-peluru
kami yang tak terlihat, supaya mereka tahu

bahwa kisah yang sedang mereka tulis
telah kami jadikan laknat sebelum akhirnya
tumbuh pada setiap puisi
-Lian Kagura

Jumat, 14 November 2014

sepatu (siklus)



Ketika malam mulai menyapa, langit biru berteman awan putih berubah layaknya asap yang keluar dari cerobong, terlihat begitu gelap meski aku tahu, langit malam tak pernah sendiri, selalu berteman gemintang dan rembulan cantik, seperti ketika pagi menyapa, langit menunjukkan dirinya yang lain. Akupun tahu kalau perguliran antara siang dan malam sejatinya adalah siklus, siklus yang masing-masing memiliki agenda, sibuk.
Atau seperti setiap helai daun yang jatuh dari dahan yang menopangnya, menyatu dengan tanah dan dahan memiliki dedaunan yang baru, terus begitu, yang ku tahu itupun sebuah siklus yang harus dijalani sebuah pohon, dan yang ku yakini bahwa daun tak pernah membenci dahan.
Hidup adalah siklus, siklus yang menyuguhkan manis, pahit, getir atau apalah itu, yang membuat siklus itu kian tak terasa dan penuh berwarna.
Masa lalu, saat ini dan masa depan, manusia mana yang mampu mengatur lajur siklus dalam hidupnya? Ya! Anggap saja saat ini aku tengah berperan menjadi Sepatu. Selama perjalanan, begitu banyak yang ku injak.
Saat aku menginjak lumpur, aku tahu itu benar-benar telah membuat wujudku begitu buruk, kotor, dan tentu saja tak sedap dipandang, dan kau tahu apa yang dilakukan tangan itu? Ia membersihkanku, mengelap-ngelap lumpur yang begitu lekat. Terus berjalan, terus menapak, dan terus menyisakan jejak, itulah aku. 
Saat aku menginjak rerumputan hijau, aku sungguh merasa senang, harum dan begitu menyejukkan berlama-lama diatasnya, aku merasakan bahwa pemilik kaki yang tengah ku bungkus juga merasakan hal yang sama, ia membuatku terus naik-turun tanpa henti, dan sungguh, rerumputan indah itu tak membuatku kotor. Terus berjalan, terus menapak, dan terus menyisakan jejak, itulah aku.
Aku mengerti satu hal bahwa, apapun yang ku pijak adalah bagian dari siklus, memang menjengkelkan ketika aku harus kotor dengan lumpur yang melekat, namun yang ku yakini bahwa pemilik kaki yang kubungkus inipun tak suka dengan lupur itu, buktinya ia membersihkanku, meski tak membuatku cantik seperti semula. Terus berjalan, terus menapak, dan terus menyisakan jejak, itulah aku. Hingga akhirnya aku menginjak rerumputan, berlama-lama dengannya, aku mengerti! Pemilik kaki ini tak ingin aku menyentuh lumpur lagi!, meski terkadang aku harus bersentuhan dengan panasnya aspal, gersangnya tanah, Ia tak membuatku bersentuhan dengan lumpur lagi!.
Ini siklus! Siklus pembelajaran! Yah! Aku yakin itu!


if u say u must to act!



“wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Itu sangat dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamukerjakan”As-Saff 61:2-3.
Ayatyang cukup ‘menghennyakkan’, kata-kata yang membuatkubepikirtentangtindakandanperkataankusendiri. Apakahkeduanyasudahsalingmendukung? Apakahkeduanyakonsisten? Atau, apakahperkataankukadangbertentangandengantindakanku? Apakahakumelaksanakanapa yang kukatakan? Atauapakahakumengatakanhal yang satulalumelakukan yang lain?.Kata “sangatdibenci”, iniberartibahwajikaseorangmengatakansesuatutetapimengerjakan yang lain yang bertentangandenganperkataannya, diaakanmasukkedalamkategori orang-orang yang paling dibencidisisi Allah.
Sesakrasanya… ituperingatan yang sangatkeras, bukan? Astaghfirullah,..semoga Allah melindungikitasemuadaridarikebencian-Nya (aamiin).. SebuahhadislagidariNabi Muhammad SAW berbunyi:
DiriwayatkanbahwaNabi Muhammad SAW bersabda, “seseorangakandiadilipadaharikiamat, dandiaakandilemparkedalamapinerakasehinggaisiperutnyaterburaidandiaakanberputar-putarsebagaikeledaimengitarikilangan. Penghuninerakaakanmengerumuninyadanberkata, “WahaiFulan! Ada apadenganmu? Bukankahkaubiasamenyuruh kami berbuatkebaikan?” Diaakanberkata, “Akubiasamenyuruh kalian berbuatkebaikantetapiakusendiritidakmelakukannya; danakubiasamelarang kalian berbuatkemungkarantetapiakusendirimelanggarnya”’ Al-Bukharidan Muslim
Astaghfirullah, beratnyahukuman yang digambarkandalamhadisdiatassudahcukupuntukmenunjukkan Betapa beratdosanyamengatakanhal-hal yang kitasendiritidaklaksanakan.
Menjadiberpikiruntukmengatakansesuatu yang akusendiritakmelakukannya. Jadi, apakahlebihbaiktidakmengatakanapa-apasamasekali? Denganbegituakuterselamatkandarimengatakanhal-hal yang tidakakulakukan, bukan?.Lalubagaimandenganhadis yang teramatseringkudengarini;
“Barangsiapadiantara kalian, melihatsuatukemungkaran, hendaklahiamembetulkandengantangannya; jikadiatidakpunyacukupkekuatan, hendaklahdiamembetulkandenganlidahnya; danjikadiatidakmampujuga, hendaklah (menentangkemungkaranitu) denganhatinya, danitulahselemah—lemahnyaiman”
“Bilainginmemperbaiki orang lain, fokuslahuntukmemperbaikidiri 3M; Mulaidaridiri, Mulaidarihal yang kecil, danMulaisaatini”

“ jikadipikir-pikirlagi, iya, sangatbenar. Bagaimanamungkin orang lain akanmelakukanapa yang kaujikakausendiritakmelakukannya? Bukankah
         

Selasa, 11 November 2014

Menulis, mengukir dan rasakan!.





Sekarang ia berjumlah 5 buah, tercatat semenjak kelas 6 SD yang kalau diusiakam itu kisaran 12 tahun hingga hari ini, hari ini? Aku terlihat sedikit “beralih”, iya agar Blog yang sudah ku buat ini tak “melumut”, kan kasihan..
***
Membaca kembali, kembali membaca, selalu saja mampu membuatku menyeringai, menangis, tersenyum bahkan tersipu malu, iya iya.. aku juga pernah alay, hehe.. jadi teringat kata Raditya Dika kalau alay adalah sebuah proses pendewasaan. Oke lepaskan alay dan segala curhatku itu, sekarang apa? Mmmm…
Kau pernah mendengar kisah-kisah orang besar? Atau lebih tepatnya orang-orang yang dibesarkan oleh sebuah tulisan? Ah! Aku suka bagian ini, ketika mereka yang “kecil” dan selalu direndahkan kemudian melesat seperti rudal ke angkasa menembus lapisan-lapisan langit karena tulisan mimpi-mimpi yang akhirnya menjadi nyata, siapa sangka bukan?! Benar, tuliskan saja, tulis… tulis… dan tulis dengan menyebut nama Tuhanmu, siapa tahu malaikat berbaik hati meng-aamiiin-kan saat kau menulisknanya!

***
“jadilah seperti awan; pemenuhannya adalah hujan” pribahasa arab yang begitu cantik bukan? (cantik, bukan karena aku menyukai hujan, -_-“), benar! Kau tak akan pernah tahu jika air di awan itu telah penuh sampai air hujan itu benar-benar menyentuh bumi. Kau harus melakukannya! Bukan hanya duduk berteman pena dan kertas sepanjang tisu toilet dan menuliskan semua mimpi-mimpimu sambil membaca mantra “abra-kadabra!!!” sepanjang hari, dan berharap “CAAAAZAAA!, mimpiku terwujud!!!”, itu konyol!.
Yah! Kau harus berusaha! Berusaha agar list-list itu tercapai dan tak hanya menjadi sederet tulisan-tullisan hiasan kertas, hmmmm,, menjadi teringat kutipan dari Dr. Martin di salah satu buku yang sempat ku baca,.
Jika kau tak bisa terbang, berlarilah.
Jika kau tidak bisa berlari, berjalanlah.
Jika kau tidak bisa berjalan, merangkaklah, tetapi,
Bagaimanapun juga tetaplah bergerak.
Quote yang selalu membuatku terhenyak, selelah apapun itu setidaknya harus ada step up yang kulakukan walaupun kecil, “yang penting tidak diam disini”. Maka rasakanlah ketika mimpi-mimpi yang tertulis itu menjadi nyata..

 “bersemangatlah pada apa saja yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah pada Allah dan janganlah merasa tidak mampu” (HR. Muslim)

Sejatinya tulisan itu seperti “alarm” yang akan mengingatkan ketika lelah atau bahkan lupa, dan membuat kita bersegera, bersegera untuk menjemput tujuan…