Jumat, 10 Maret 2017
Rumusnya, tidak selalu apa yang sulit didapatkan itu bertahan lebih lama dari yang lebih mudah didapatkan. Ini bukan tentang perkara besar kecilnya perjuangan, melainkan tentang betapa takdir tidak bisa dikalkulasi dengan cara matematis. Semuanya bergantung kepada ridha Allah, sesuatu yang selama ini kita abaikan karena besarnya hasrat dan keinginan yang menguasai diri kita.
Senin, 13 Februari 2017
Aku menggenggam erat kata-kata itu. Itu selalu lebih dari cukup. Walaupun cintaku, untuk-Nya, tak pernah sempurna.
Aku tidak mau lagi, merasa terheran mengapa Allah terkadang memberi hal-hal pahit. Iya, Allah sedang mengajarkan bagaimana kamu menerima dirimu sendiri. Kamu yang yang tidak sempurna dengan segala masalah-masalahmu. Kamu dengan segala hal pahit diluar kuasamu.
Tetapi,
Allah juga mengajarkan bahwa tidak ada ujian yang tidak dapat dilalui.
Dan kini, kamu berhasil, kan?
Kamu tinggal menengok ke belakang dan mengucapkan terimakasih atas segala yang terjadi. Karena ketika mungkin besok ada yang lebih berat atau justru lebih ringan, kamu sudah terbiasa. Kamu menjadi sekuat baja.
Allah hanya ingin kamu tahu, bahwa;
“Allah itu sayaaaaang sekali sama kamu.”
Rumah,14 Februari 2017
Senin, 06 Februari 2017
Kamis, 02 Februari 2017
Rabu, 01 Februari 2017
Miskin
Miskin itu adalah urusan jiwa, bukan harta. Apalagi sebagai seorang yang berislam, Allah telah mencukupkan nikmatnya kepada kita. Memang yang saya maksud tidak berarti kaya raya bergelimang harta, tapi cukup. Allah mencukupkan segala sesuatunya.
Kalau ada dari kita merasa dirinya miskin. Maka itu adalah sebuah penghinaan atas diri sendiri. Penghinaan kepada Yang Mecukupkan segala sesuatunya untuk kita.
Sebab kita tahu bahwa setiap makhluk telah Allah cukupkan rezekinya. Apalagi kita sebagai manusia yang diberikan akal. Kalau kita masih merasa miskin, maka tengoklah jiwa itu.
Apakah kita senantiasa bersyukur? Apakah kita masih terus menerus merasa kurang? Apakah ada percikan iri atas rezeki milik orang lain?
Miskin itu urusan jiwa. Miskin itu sangat dekat dengan kekafiran. Maka hati-hatilah saat kita merasa miskin padahal kita memiliki begitu banyak hal. Kita dicukupkan atas kebutuhan kita.
Dihari kedua Bulan februari dan masih dengan hujan yang sama
Senin, 23 Januari 2017
Tidak Mudah
Tidak mudah melawan diri sendiri, tidak mudah melawan kenyamanan untuk berjalan di jalan benar yang terasa menyakitkan, tidak mudah bangkit berdiri ketika kaki ingin dimanjakan, tidak mudah melawan hati yang biasa dimanjakan. Tidak mudah, dan celakanya seringkali kita harus melaluinya.
Kadang - kadang, tapi tidak selalu, kita tidak perlu banyak berpikir untuk memutuskan sesuatu. Karena terlalu banyak berpikir membuat kita ragu, berekspektasi atas akibat - akibat yang mungkin muncul membuat kita takut melangkah. Kadang - kadang, tapi tidak selalu, kita cukup harus menguatkan hati untuk mengambil keputusan, meski kita sendiri tidak tahu apakah sudah siap dengan konsekuensinya.
Bagaima jika keputusan itu berakibat menyakitkan? Sialnya, seringnya begitu. Bagaimana jika keputusan kita membuat kita banyak kehilangan atau ditinggalkan? Sialnya, kadang terjadi begitu. Tapi, kepada siapa lagi kita bersandar jika bukan kepada Dia yang menjadi niat awal kita memutuskan sesuatu?
Sakit itu akan ada akhirnya, entah melalui obat yang Dia kirimkan atau melalui kebesaran hati kita yang Dia hadiahkan. Berharap apa lagi lah kita dari - Nya, selain belas kasihan terhadap hati kita yang lagi - lagi menderita sebab kesalahan dan dosa kita sendiri? Apa lagi yang bisa kita jadikan senjata untuk memohon bantuan - Nya selain rasa iba dan sayang - Nya pada kita?
Duh, Rabb, sungguh tidak mudah untuk belajar menjadi tegas terutama ketika dosa - dosa sudah melumuri keberanian dan menutup mata akan kebenaran jalan.
Duh Rabb, kadang - kadang membuat keputusan yang dianggap benar itu menyakitkan, konsekuensinya membuat menderita. Sedikit yang membuat hati merasa lebih baik mungkin adalah kesadaran bahwa derita itu pasti muncul karena dosa - dosa.
Duh Rabb, kasihanilah kami, orang - orang yang karena nafsu sendiri belum mampu menghindarkan diri dari dosa yang Kau benci. Duh Rabb, kasihanilah kami, yang untuk berbuat tegas dan benar saja harus tertatih - tatih penuh derita sebab sambil menyeret beratnya dosa.
Duh Rabb, kasihanilah aku..
Mataram, 24 Januari 2017